grilleonesixteen.com – Program Magang Nasional yang dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan diharapkan dapat memberikan keterampilan teknis dan nonteknis bagi lulusan perguruan tinggi. Menurut Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, program ini menjadi jembatan penting bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa, Wamenaker menyampaikan bahwa peserta tidak hanya akan belajar bekerja, tetapi juga membangun karakter dan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.
Afriansyah Noor, yang akrab disapa Ferry, menjelaskan bahwa program ini merupakan investasi strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul di Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, khususnya dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) yang memiliki 163 kampus di seluruh Indonesia.
Kolaborasi tersebut bertujuan untuk menempatkan lulusan sebagai peserta magang di berbagai unit amal usaha Muhammadiyah, seperti rumah sakit dan klinik, serta lembaga pemerintah dan BUMN. Dengan adanya program ini, Wamenaker berharap dapat meningkatkan kualitas lulusan dan memperkuat peran kampus dalam membentuk individu yang berdaya saing global.
Masa depan tenaga kerja Indonesia menurut Ferry tidak hanya bergantung pada ijazah, tetapi juga pada kompetensi, karakter, dan pengalaman kerja yang diperoleh sejak dini. Magang Nasional 2025 tahap II menargetkan sebanyak 80 ribu peserta selama enam bulan, dengan peserta menerima uang saku setara upah minimum dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Pendaftaran untuk program ini dilakukan melalui akun SIAPKerja dan situs resmi maganghub.kemnaker.go.id.