grilleonesixteen.com – Harga emas, yang dikenal sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global, mencatat penurunan yang tidak terduga. Yazid Kanca Surya, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX), menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh dinamika dalam sektor energi. Dalam situasi konflik global, banyak negara terpaksa menjual cadangan emas mereka untuk memenuhi kebutuhan likuiditas pasokan energi.
Yazid mengungkapkan bahwa banyak negara, khususnya yang memiliki cadangan emas besar, harus menjual emas demi membeli energi. Dalam acara temu media di Jakarta, ia menuturkan, “Harusnya emas naik, tetapi kenyataannya malah turun, dan itu dipengaruhi oleh sektor energi.” Penjualan besar-besaran ini menciptakan tekanan pada harga emas, bertolak belakang dengan teori ekonomi konvensional yang menyatakan bahwa harga emas seharusnya naik saat ketidakpastian meningkat.
Lebih lanjut, Yazid mencatat bahwa pasar komoditas global kini mengalami perubahan perilaku. Sebelumnya, para pelaku pasar cenderung fokus pada efisiensi harga termurah, tetapi kini orientasi berubah ke kepastian pasokan. Sejalan dengan perubahan pasar ini, JFX berusaha memperkuat ekosistem perdagangan dengan memperkenalkan kontrak yang lebih fleksibel dan mudah diakses untuk meningkatkan partisipasi investor ritel.
JFX juga berencana mengembangkan perdagangan emas digital yang menggabungkan kemudahan transaksi dan kepastian dari emas fisik. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi investor, serta meningkatkan transparansi dan perlindungan dalam sistem perdagangan. Di sektor komoditas fisik, JFX menguasai lebih dari 95 persen pangsa pasar ekspor timah Indonesia, mencatat nilai transaksi sekitar 1,7 miliar dolar AS pada 2025.