grilleonesixteen.com – PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tujuh hingga delapan perusahaan dalam antrean untuk penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Direktur KISI, Kyoung Hun Nam, dalam acara KISI Challenge The Next Wave yang berlangsung di Jakarta pada Jumat.
Menurut Kyoung Hun Nam, perusahaan-perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO KISI berasal dari berbagai sektor, termasuk perbankan, pariwisata, pertambangan, dan infrastruktur. Dari total delapan perusahaan tersebut, beberapa memiliki nilai aset yang signifikan, yaitu antara Rp2 hingga Rp3 triliun, yang mengategorikan mereka sebagai perusahaan beraset skala besar berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).
Sebagai informasi, pada 20 Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa delapan perusahaan tengah menunggu untuk melaksanakan IPO. Dari jumlah tersebut, lima perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar, sementara tiga perusahaan lainnya memiliki aset antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar. Dalam rincian sektor, terdapat dua perusahaan dari sektor barang baku, dua perusahaan dari sektor keuangan, serta satu perusahaan masing-masing dari sektor transportasi, barang konsumen primer, energi, dan industri.
Hingga pertengahan Februari 2026, BEI mencatat bahwa belum ada perusahaan yang berhasil melaksanakan IPO, sehingga total perusahaan yang terdaftar di pasar modal Indonesia saat ini mencapai 956 perusahaan. Melihat kondisi ini, kehadiran sejumlah perusahaan dalam antrean IPO diharapkan dapat memberikan pembaruan positif di pasar modal Indonesia.