grilleonesixteen.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyusul pengumuman pembekuan sementara proses rebalancing indeks saham Indonesia. Kerja sama ini melibatkan Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, menyatakan bahwa masukan dari MSCI sangat penting untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia. “Pembobotan MSCI berperan strategis bagi pasar keuangan global dan menjadi referensi utama bagi investor,” ujarnya. BEI berupaya meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI dengan memperkuat transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi akurat dan andal sesuai praktik terbaik global.
Sejak 2 Januari 2026, BEI telah menyampaikan informasi mengenai free float secara komprehensif melalui situs resminya dan berencana untuk memperbarui informasi tersebut setiap bulan. BEI bersama SRO dan OJK kedepannya akan terus berkoordinasi dengan MSCI untuk memastikan keselarasan dalam meningkatkan transparansi.
Pada Selasa (28/01), MSCI mengumumkan bahwa mereka akan membekukan sejumlah perubahan terkait indeks saham Indonesia, termasuk kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS). Pembekuan ini bertujuan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi, sambil memberi waktu bagi Otoritas Indonesia untuk melakukan perbaikan transparansi.
Di sisi lain, data penutupan perdagangan menunjukkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 659,01 poin atau 7,34 persen pada posisi 8.321, dengan indeks LQ45 turun 59,35 poin atau 6,77 persen ke posisi 816,78. MSCI berencana untuk terus memantau perkembangan pasar Indonesia dan berinteraksi dengan pelaku pasar serta otoritas terkait.