grilleonesixteen.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan pada Jumat sore, meskipun pasar saham lainnya di kawasan Asia mengalami pelemahan. IHSG ditutup naik 42,69 poin atau 0,53 persen, mencapai 8.051,12, sedangkan indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebanyak 0,69 poin atau 0,09 persen, berada di posisi 809,99.
Pelaku pasar tengah menganalisis prospek bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, setelah penurunan suku bunga. Meskipun ada peluang penurunan lebih lanjut, para pembuat kebijakan memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi dapat menghambat upaya penurunan suku bunga di masa depan. Ketua The Fed, Jerome Powell, menekankan bahwa mereka tidak akan mempercepat siklus pelonggaran, melainkan melakukannya dengan hati-hati.
Sementara itu, pasar juga menantikan pembicaraan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, terkait kepemilikan TikTok. Dari sisi Asia, kekhawatiran meningkat setelah Bank Rakyat China mempertahankan suku bunga acuannya, mengindikasikan tidak ada urgensi untuk melonggarkan kebijakan moneter, yang berarti stimulus baru kemungkinan ditunda hingga 2026.
Di dalam negeri, Badan Anggaran DPR dan pemerintah sepakat untuk memperlebar defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dari 2,48 persen menjadi 2,68 persen. Pelaku pasar berharap tindakan kehati-hatian pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi di tengah kondisi defisit yang semakin melebar.
Pada penutupan perdagangan, IHSG tetap bertahan di zona positif, dengan enam sektor menunjukkan penguatan, dipimpin oleh sektor industri yang naik sebesar 4,56 persen. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.897.485 transaksi dengan nilai total mencapai Rp69,50 triliun.