grilleonesixteen.com – Rendahnya literasi dan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai kesehatan gigi dan mulut menjadi perhatian utama di kalangan akademisi. Prof. Dr. Amaliya, seorang Guru Besar Ilmu Periodonsia di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, menegaskan pentingnya edukasi sebagai langkah awal untuk mengurangi angka penyakit gigi dan gusi di negara ini.
Prof. Amaliya menggarisbawahi perlunya perubahan paradigma dari fokus mengobati menjadi mencegah. Dalam pandangannya, kampanye promosi dan pencegahan kesehatan gigi harus menjadi titik tekan, terutama mengingat rendahnya tingkat kesadaran masyarakat. “Prioritas utama kita adalah kampanye edukasi promotif preventif. Promotif bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, sedangkan preventif untuk mencegah penyakit,” ujarnya.
Pentingnya edukasi ini juga didasari oleh risiko kerusakan permanen pada jaringan penyangga gigi. Prof. Amaliya menjelaskan bahwa gusi yang mengalami peradangan perlu penanganan segera sebelum berkembang menjadi kondisi serius seperti periodontitis, yang sulit diobati. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat diharapkan mampu melakukan perawatan mandiri dan segera berkunjung ke fasilitas kesehatan saat merasakan gejala awal.
Di samping teknik pembersihan gigi, edukasi juga harus memperhatikan pola makan. Menurutnya, konsumsi gula yang berlebih akan meningkatkan risiko karies, terutama pada anak-anak. Nutrisi yang baik, seperti vitamin E, C, dan zinc, memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mulut. “Zat-zat ini dapat membantu mencegah peradangan dan melindungi dari bakteri penyebab penyakit gigi,” tutupnya.
Dengan upaya edukasi yang komprehensif, diharapkan angka kesehatan gigi masyarakat Indonesia dapat meningkat di masa mendatang.