grilleonesixteen.com – Harga emas dunia dan logam mulia domestik diperkirakan akan melonjak signifikan pada pekan depan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan isu perang dagang global. Para analis menilai bahwa situasi ini mendorong banyak investor untuk mencari aset aman, yang biasanya berupa emas.
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas dunia yang saat ini ditutup pada level USD 4.595 memiliki potensi untuk mencapai rekor baru, dengan target penguatan hingga USD 4.706 per troy ounce. Hal ini berimbas positif terhadap harga logam mulia di dalam negeri, yang diperkirakan akan menyentuh Rp2.820.000.
Ibrahim menjelaskan bahwa terdapat lima faktor utama yang dapat memengaruhi pergerakan pasar emas pada pekan mendatang. Salah satunya adalah penerapan bea masuk dumping oleh Uni Eropa terhadap alumina dari China, yang menyebabkan ketidakpastian di pasar. Selain itu, ancaman tarif sebesar 20 persen dari Amerika Serikat terhadap Eropa terkait masalah Greenland juga turut memicu kekhawatiran.
Situasi ketegangan di Iran, yang sedang siaga perang, serta serangan balasan dari Ukraina terhadap Rusia, meningkatkan risiko global. Kehadiran kapal induk AS, Abraham Lincoln, di kawasan Timur Tengah menambah kompleksitas situasi ini, sehingga memicu minat investor terhadap logam mulia.
Dalam konteks ini, para pelaku pasar diajak untuk lebih waspada mengingat adanya berbagai faktor eksternal yang dapat berpengaruh pada fluktuasi harga emas. Dengan kondisi yang tengah berlangsung, dipastikan bahwa perhatian terhadap tren harga emas akan terus meningkat dalam waktu dekat.