grilleonesixteen.com – Komika Sammy Notaslimboy memberikan pendapat mengenai polemik yang melibatkan rekan sesama komika, Pandji Pragiwaksono, terkait acara stand up comedy berjudul “Mens Rea” yang berujung pada laporan ke pihak kepolisian. Dalam diskusi yang berlangsung pada program “Rakyat Bersuara,” Sammy menyoroti tuntutan agar seorang komika memberikan solusi konkret setelah melontarkan kritik di atas panggung.
Sammy menjelaskan bahwa sebagai seniman, peran mereka adalah melakukan dekonstruksi yang kritis terhadap berbagai isu. Ia berpendapat bahwa kritik terhadap permasalahan sosial, hukum, maupun pemerintahan harusnya tidak diharapkan langsung mendapatkan solusi di tempat. “Ketika berada di panggung, fokus kami adalah menyampaikan kritik. Solusi sebaiknya disampaikan setelah penampilan,” ungkap Sammy.
Sammy menegaskan bahwa menarik perhatian terhadap permasalahan di masyarakat adalah bagian dari tugas komika. Ia menganggap wajar jika seorang komika mengangkat isu-isu mendasar seperti kondisi kepolisian, kebijakan pajak, dan masalah yang dihadapi masyarakat. Ia menilai tuntutan untuk memberikan solusi saat beraksi di panggung kurang tepat.
Pendapat Sammy muncul di tengah pernyataan Direktur Eksekutif LBH Jokowi Perkasa, Firdaus Oiwobo, yang menekankan bahwa kritik di ruang publik seharusnya disertai solusi. Perbedaan pandangan ini mencerminkan kompleksitas dalam peran komika sebagai pengamat sosial dan penyalur aspirasi masyarakat. Komika, menurut Sammy, perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan kritik tanpa beban memberikan solusi langsung dalam forum yang terbatas.