grilleonesixteen.com – PT Chandra Daya Investasi (CDIA) mencatatkan kemajuan signifikan dalam perdagangan saham pada awal Oktober 2025. Perusahaan yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu ini menjadi sorotan investor dan berhasil mencapai nilai transaksi reguler tertinggi di pasar modal. Kesuksesan CDIA menginspirasi banyak pihak untuk berbisnis secara serius.
CDIA, bagian dari Chandra Asia Group dan berkolaborasi dengan Electricity Generating Public Company Limited (EGCO) asal Thailand, berfokus pada investasi infrastruktur. Perusahaan ini beroperasi dalam empat sektor, yakni energi, air, kepelabuhan dan penyimpanan, serta logistik. Di sektor energi, CDIA menyediakan layanan tenaga listrik yang dapat diandalkan serta berkomitmen untuk menjaga pasokan listrik stabil melalui jaringan interkoneksi dengan PLN.
Didirikan untuk memenuhi permintaan infrastruktur di Indonesia, CDIA memiliki basis operasional di Cilegon, Banten, yang strategis untuk distribusi. Sejak 1970-an, Cilegon berkembang pesat dalam sektor industri, didukung oleh inisiatif pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur dan investasi.
Prajogo Pangestu, pendiri CDIA, lahir pada 13 Mei 1944. Meskipun berasal dari latar belakang sederhana, ia memulai kariernya di dunia bisnis dengan bekerja di berbagai sektor, termasuk kayu. Prajogo mendirikan Barito Pacific, yang kemudian berkembang menjadi perusahaan besar di sektor petrokimia dan energi. Menurut Forbes, pada Agustus 2025, kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai USD 45,9 miliar, menempatkannya sebagai orang terkaya kedua di Indonesia dan ke-37 di dunia.
Dengan visi menjadi pemimpin solusi infrastruktur di Asia Tenggara, CDIA berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.