grilleonesixteen.com – Pasar modal Indonesia kini berada dalam jajaran 20 bursa dengan kapitalisasi terbesar di dunia, serta menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN. Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa nilai kapitalisasi pasar telah mencapai Rp15.300 triliun dan transaksi harian mencapai Rp16,9 triliun, dengan jumlah investor yang kini telah menembus angka 19,5 juta.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Medan Sharia Investor City (MAIN STORY) 2025 yang diadakan di Medan, Sumatera Utara, dan disiarkan secara daring dari Jakarta pada Jumat. Jeffrey mengungkapkan pertumbuhan pasar terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meningkat hampir 19 persen secara year-to-date (ytd). Pada penutupan Jumat, IHSG berada di level 8.414,35, sementara LQ45 di angka 845,68, dibandingkan dengan pembukaan awal tahun di angka 7.103,14.
Kontribusi pasar modal syariah juga turut berperan dalam keberhasilan ini, menciptakan inklusivitas dalam sektor keuangan. Jeffrey menekankan bahwa prinsip investasi syariah memiliki nilai universal yang bermanfaat bagi semua kalangan yang ingin mengelola keuangan dengan bijak, bukan hanya umat Muslim.
Ia menambahkan, ekosistem pasar modal syariah di Indonesia telah didukung oleh infrastruktur dan regulasi yang lengkap, termasuk lebih dari 11 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan lebih dari 26 fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Regulasinya mencakup seluruh proses investasi syariah.
Sebagai pengakuan atas kinerja yang baik, Bursa Efek Indonesia telah menerima penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market sebanyak lima kali. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berada di level 282,10 dengan kapitalisasi pasar Rp9,32 kuadriliun dan pertumbuhan 30,81 persen ytd.