grilleonesixteen.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana untuk menggalang dukungan beberapa negara Barat dalam Majelis Umum PBB, yang akan berlangsung pada 9 September mendatang, untuk mengakui negara Palestina. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan keseimbangan dalam konflik Gaza yang melibatkan AS dan Israel, namun laporan menyebutkan bahwa kemungkinan keberhasilan inisiatif ini sangat rendah.
Macron dijadwalkan menjalankan strategi diplomatik di New York pada 22 September, dengan tujuan menunjukkan adanya alternatif terhadap dukungan kuat Washington terhadap Israel. Meskipun demikian, negara-negara besar Eropa, termasuk Jerman dan Italia, diperkirakan tidak akan berpartisipasi dalam inisiatif ini, memperlihatkan perpecahan di antara negara-negara Eropa dalam menghadapi isu internasional, khususnya berkaitan dengan Palestina.
Sidang tersebut akan mencakup pekan tingkat tinggi dan debat umum antara 23 hingga 27 September, di mana Rusia juga akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov. Namun, Prancis sendiri menyadari bahwa berbagai upaya untuk menarik perhatian di New York tidak akan secara langsung mempengaruhi situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza.
Inisiatif Macron ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh Eropa dalam membangun kesatuan dalam respon terhadap krisis internasional. Dengan situasi yang semakin kompleks, dukungan terhadap Palestina tetap menjadi isu sensitif yang memerlukan pendekatan terkoordinasi dari negara-negara Barat.