grilleonesixteen.com – Lima orang tua wali santri dari Kabupaten Aceh Tengah melakukan perjalanan ekstrem dengan berjalan kaki sejauh 180 kilometer untuk menjenguk anak-anak mereka di Pesantren Darul Munawarah, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Usaha ini dilakukan sebagai respons terhadap situasi darurat akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.
Perjalanan dimulai dari Takengon, melalui medan berat yang mencakup jalur Nasional Takengon-Bireuen-Pidie Jaya. Mereka harus melewati kawasan Bener Meriah dan Bireuen sebelum sampai di lokasi tujuan. Teungku Budiyansyah, ketua Kafilah Santri Tanah Gayo, menjelaskan bahwa wali santri ini mengandalkan persediaan makanan ringan dan tongkat kayu sebagai alat bantu.
Pada Minggu, 30 November, mereka menghadapi kendala ketika satu unit jembatan di Kecamatan Juli, Bireuen, putus akibat banjir. Mereka terpaksa menunggu hingga arus sungai surut sebelum melanjutkan perjalanan. Keesokan harinya, dengan tantangan arus yang deras, mereka berhasil mengarungi sungai dan melanjutkan perjalanan menuju Ulee Glee yang memakan waktu satu hari penuh.
Akhirnya, pada Senin, 1 Desember, mereka tiba di Pesantren dan disambut dengan pelukan penuh haru dari anak-anak mereka. Teungku Budiyansyah menambahkan bahwa masih banyak orang tua lainnya yang berupaya menjenguk santri, meskipun situasi perjalanan kini lebih mudah dengan akses kendaraan yang terbatas.
Peristiwa ini menggambarkan dedikasi para orang tua dalam mendukung pendidikan anak mereka, meski di tengah kondisi yang sangat menantang akibat bencana alam.