grilleonesixteen.com – Keluarga Virginia Giuffre, seorang wanita yang pernah menjadi korban kekerasan seksual, mengungkapkan reaksi mereka atas pencabutan gelar Pangeran Andrew, yang kini akan dikenal sebagai Andrew Mountbatten Windsor. Langkah ini diambil usai meningkatnya tekanan terkait hubungan Andrew dengan pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Dalam pernyataan resmi mereka, Sky Roberts, saudara laki-laki Giuffre, menyebut bahwa pencabutan gelar tersebut merupakan kemenangan bagi adiknya dan semua penyintas kekerasan seksual.
Pihak Istana Buckingham mengonfirmasi bahwa proses formal untuk mencabut gelar kehormatan Pangeran Andrew telah dimulai oleh Raja Charles. Andrew sebelumnya telah mengundurkan diri dari beberapa gelar bangsawan, termasuk Duke of York, sebagai respons terhadap tuduhan terhadapnya yang mengklaim keterlibatan dalam kejahatan seksual pada Giuffre saat dia berusia 17 tahun. Meskipun Andrew membantah tuduhan itu, kesepakatan di luar pengadilan yang dicapai pada tahun 2022 tidak mencakup pengakuan atau permintaan maaf.
Sky Roberts menambahkan bahwa pencabutan gelar saja tidak cukup, dan ia mendesak agar penyelidikan terhadap Andrew dilanjutkan, bahkan meminta agar Andrew di penjara. Istana Buckingham juga menyatakan bahwa Andrew diminta untuk meninggalkan kediamannya di Royal Lodge dan akan pindah ke properti di Sandringham yang didanai secara pribadi oleh Raja.
Virginia Giuffre, yang telah meninggal dunia pada awal 2025, sebelumnya menulis dalam memoarnya bahwa Andrew telah memaksanya untuk berhubungan intim saat ia berusia 17 tahun. Kasus ini menggambarkan perjuangan Giuffre dan tantangan yang dihadapi banyak penyintas dalam mencari keadilan.