grilleonesixteen.com – Indonesia semakin aktif dalam diplomasi investasi melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di acara APEC Second Investment Experts’ Group (IEG2) 2025, yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Tirta Nugraha Mursitama. Ia menyatakan bahwa langkah ini bertujuan menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Dalam pertemuan ini, Indonesia berkontribusi pada dua agenda utama. Pertama, Indonesia, berkolaborasi dengan Australia, menyajikan perkembangan penyusunan Phase IV dari APEC Investment Commitment Handbook Project. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pejabat pemerintah mengenai kewajiban dalam perjanjian investasi internasional serta mitigasi risiko ketidakpatuhan yang berdampak pada iklim investasi di Indonesia.
Kedua, delegasi Indonesia aktif terlibat dalam diskusi mengenai World Trade Organization (WTO) Investment Facilitation for Development Agreement (IFDA). Mereka juga mempromosikan International Sustainability Forum (ISF) 2025, yang menekankan komitmen Indonesia terhadap investasi berkelanjutan.
Tirta menambahkan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum APEC IEG2 merupakan langkah penting dalam memperkuat diplomasi investasi di kawasan Asia Pasifik. Dalam konteks ini, Indonesia berupaya meningkatkan posisi di agenda investasi global dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui langkah-langkah ini, Indonesia berharap dapat menarik lebih banyak investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.