grilleonesixteen.com – Pengendara motor matik sering tergoda untuk menggeber gas saat motor berada dalam kondisi statis, terutama di tengah kemacetan. Kebiasaan ini bisa menimbulkan risiko tinggi bagi mesin dan komponen CVT (Continuously Variable Transmission) motor, mengakibatkan kerusakan yang mahal jika dilakukan secara berulang.
Menurut Endro Sutarno dari SiTEPAT, menggeber gas saat mesin tidak beroperasi di atas beban normal dapat menyebabkan kerusakan serius. Piston bisa menghantam klep, menyebabkan klep bengkok, bahkan mengakibatkan patahnya connecting rod. Dalam kasus ekstrem, mesin bisa mengalami kerusakan total.
Selain itu, menggeber gas saat menahan rem juga berdampak negatif pada komponen CVT. V-belt, roller, dan pulley bekerja lebih keras, berisiko cepat aus dan menyebabkan suara berisik. Dampak lain mencakup bunyi belitan dari kopling yang bisa memengaruhi akselerasi motor.
Pengendara seringkali baru menyadari adanya masalah saat mendengar suara kasar dari CVT atau merasakan akselerasi yang tidak halus. Gejala seperti getaran kuat dan hilangnya tenaga saat menggenggam gas juga menjadi tanda awal adanya kerusakan pada komponen motor.
Untuk menjaga kondisi motor matik tetap optimal, pengendara sebaiknya menghindari kebiasaan menggeber gas saat motor dalam keadaan statis. Disarankan pula untuk memanaskan mesin sebelum digunakan dan tidak mengoperasikan gas bersamaan dengan rem. Melakukan servis rutin pada CVT dan mengganti komponen sesuai anjuran juga sangat penting.
Menghindari kebiasaan berisiko ini dapat membantu para pengguna motor matik menjaga kinerja mesin dan memperpanjang usia pakai komponen kendaraan mereka.