grilleonesixteen.com – Google menilai rencana pemerintah Australia untuk melarang anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial akan sulit diterapkan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif. Hal ini disampaikan oleh Rachel Lord, Manajer Senior Urusan Pemerintahan dan Kebijakan Publik Google untuk Australia dan Selandia Baru, dalam sidang komite Senat yang berlangsung pada 7 Oktober. Sidang tersebut membahas kebijakan verifikasi usia yang direncanakan untuk berbagai platform internet.
Lord menjelaskan bahwa aturan tersebut, termasuk untuk YouTube, akan sulit dilaksanakan dan tidak kemungkinan dapat meningkatkan keamanan anak-anak di dunia maya. “Undang-undang ini tidak hanya akan sangat sulit ditegakkan, tetapi juga tidak memenuhi janjinya untuk membuat anak-anak lebih aman secara online,” ujar Lord di hadapan komite.
YouTube, kata Lord, telah berinvestasi dalam fitur yang ramah anak serta kontrol konten yang memungkinkan orang tua untuk mengatur pengalaman menonton anak-anak mereka. Ia menambahkan bahwa memaksa anak-anak menggunakan YouTube tanpa akun akan menghilangkan kontrol orang tua serta fitur keamanan yang seharusnya melindungi mereka.
Aturan ini direncanakan akan mulai berlaku pada 10 Desember 2025, yang akan membatasi remaja di bawah 16 tahun untuk membuat akun YouTube, sehingga mereka hanya dapat mengakses konten tanpa fitur-fitur canggih seperti pengingat waktu istirahat. Lord juga menegaskan bahwa YouTube seharusnya dianggap sebagai platform video streaming, bukan media sosial.
Sementara itu, anggota Senat dari Partai Liberal, Sarah Henderson, mengkritik keputusan ini sebagai pengkhianatan terhadap anak muda, mengingat YouTube sebelumnya telah mendapatkan pengecualian dalam pembahasan rancangan undang-undang. Google belum memutuskan apakah akan mengajukan gugatan hukum terkait kebijakan tersebut dan masih berupaya berdialog dengan pemerintah Australia untuk mencari solusi yang lebih baik.