grilleonesixteen.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV 2025 menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan bisa mencapai 5,6-5,7%. Namun, pernyataan ini dianggap terlalu optimistis oleh Nailul Huda, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios).
Dalam diskusinya pada Kamis (20/11), Huda menilai proyeksi Purbaya hanya mendukung target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan sebesar 5,2% tahun ini. Ia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV akan stagnan di angka 5,15%, terutama diakibatkan oleh penurunan mesin pertumbuhan utama, yakni Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) yang telah menurun pada kuartal II dan III.
Huda menyampaikan bahwa stimulus ekonomi yang fokus pada permintaan domestik masih belum mampu mendorong konsumsi rumah tangga secara optimal. Pelaksanaan program-program seperti magang juga dinilai belum berjalan efektif, sehingga kurang berdampak pada perekonomian. Ia memperkirakan secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berakhir di angka 5,1%, dengan pengeluaran pemerintah sebagai penyokong utama di kuartal IV.
Sebelumnya, Purbaya meyakinkan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk mencapai target tersebut. Di antara inisiatif tersebut adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT), program magang nasional, dan diskon transportasi. Dalam acara Bloomberg Businessweek Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada hari yang sama, Purbaya menegaskan kepastian pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat melalui pengawasan program-program pembangunan.
Kesimpulannya, perbedaan pandangan antara pemerintah dan ekonom menunjukkan kompleksitas kondisi perekonomian Indonesia, di mana keyakinan terhadap pertumbuhan harus dibarengi dengan langkah-langkah yang konkret dan efektif.