grilleonesixteen.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sedang mempersiapkan penerbitan surat utang global. Menurut Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, momen yang tepat untuk melakukan penerbitan ini akan ditentukan saat imbal hasil dari obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) menurun.
Ali menjelaskan bahwa penurunan imbal hasil tersebut akan membuat biaya penerbitan menjadi lebih murah. Ia menambahkan, sebelum langkah penerbitan surat utang ini, pihaknya akan melakukan pre-rating work pada tahun depan untuk mendapatkan peringkat yang diakui dari lembaga pemeringkat global seperti Fitch, S&P, dan Moody’s.
Peringkat tersebut penting agar Danantara Indonesia dapat mengukur potensi imbal hasil yang dapat dicapai dari penerbitan surat utang global. “Kami menganalisis rating dari lembaga-lembaga tersebut untuk mengetahui estimasi yield saat kami memasuki pasar,” ungkap Ali.
Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu spesifik penerbitan surat utang global tersebut. Ali menyebut bahwa mereka akan mengerjakan PR terkait rating terlebih dahulu sebelum dapat menetapkan waktu pelaksanaan.
Di sisi lain, tahun ini Danantara Indonesia telah berhasil menerbitkan surat utang perdana yang dikenal sebagai Patriot Bonds, dengan total senilai Rp50 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan untuk proyek-proyek energi terbaru dan konversi sampah menjadi energi. Patriot Bonds diterbitkan dalam dua seri dengan tenor lima dan tujuh tahun, menawarkan imbal hasil sebesar dua persen.