grilleonesixteen.com – Paparan informasi negatif yang terus-menerus dapat berdampak serius bagi kesehatan mental. Virginia Hanny, seorang psikolog klinis, mengungkapkan bahwa arus informasi yang tidak terkendali, terutama terkait bencana dan krisis, dapat memicu kelelahan mental serta gangguan psikologis. Dampak ini tidak hanya dialami oleh individu yang berada di lokasi kejadian, tetapi juga oleh mereka yang mengikuti perkembangan peristiwa melalui media digital.
Virginia menambahkan bahwa masyarakat berisiko mengalami gangguan psikologis yang dikenal sebagai trauma vicarious atau trauma sekunder. Ini adalah kondisi di mana seseorang mengalami tekanan emosional setelah terpapar pengalaman traumatis orang lain secara tidak langsung. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi visual dan narasi emosional secara berulang dapat memicu respons stres yang menyerupai trauma langsung, meskipun seringkali tidak disadari.
Untuk mencegah dampak tersebut, Virginia merekomendasikan agar masyarakat membatasi durasi dan frekuensi mengakses berita, cukup satu hingga dua kali sehari dari sumber yang kredibel. Ia juga menekankan pentingnya menyadari batasan diri, karena empati tidak berarti harus menyerap semua emosi korban.
Selain itu, teknik relaksasi seperti grounding dan menyalurkan empati melalui tindakan konkret, seperti berdonasi, dapat membantu menjaga keseimbangan emosional. Virginia menjelaskan bahwa perasaan cemas atau sedih di tengah krisis adalah reaksi wajar, tetapi perlu kewaspadaan bila emosi negatif berlangsung lama.
Jika perasaan tersebut terus berlanjut lebih dari dua minggu disertai gangguan tidur atau mimpi buruk, Virginia menyarankan agar individu mencari bantuan profesional. Tanda-tanda bahaya lainnya meliputi perasaan hampa dan menurunnya produktivitas, yang menunjukkan perlunya intervensi.