grilleonesixteen.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) baru saja mengembangkan sapi jenis baru yang dinamakan Sapi Gama, singkatan dari “gagah dan macho”. Jenis sapi ini adalah hasil inovasi genetik yang telah diakui oleh Kementerian Pertanian sebagai galur sapi pedaging baru yang asli Indonesia. Peresmian ini dilakukan melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia dan disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Sapi Gama merupakan hasil persilangan antara tiga jenis sapi unggulan, yaitu Belgian Blue, Wagyu, dan Brahman. Ketiga jenis sapi tersebut dipilih karena masing-masing memiliki karakteristik unggul. Belgian Blue dikenal memiliki tubuh besar, sedangkan Wagyu terkenal dengan dagingnya yang lembut, dan Brahman memiliki adaptasi baik terhadap iklim tropis. Kombinasi ini diharapkan dapat mengatasi masalah kesulitan melahirkan yang sering dialami induk sapi Belgian Blue dengan memadukannya dengan sapi Brahman.
Keunggulan Sapi Gama meliputi pertumbuhan yang cepat dan kualitas daging premium. Anak sapi Gama biasanya lahir dengan berat sekitar 36 kg dan dapat mencapai 700-800 kg pada usia 30 bulan. Selain itu, persentase karkasnya mencapai 65-68%, lebih tinggi dibandingkan sapi umumnya.
Peneliti utama, Prof. Ali Agus, menjelaskan bahwa penelitian mengenai Sapi Gama telah berlangsung selama 13 tahun. Selama masa pengembangannya, sapi ini mendapatkan pakan spesial berbahan limbah pertanian yang diformulasikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pertumbuhan.
Jika program pengembangan ini sukses, diharapkan Sapi Gama dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan produksi daging nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor daging di masa depan.