grilleonesixteen.com – Penangkapan seorang pemuda berinisial WFT di Minahasa, Sulawesi Utara, menandai titik baru dalam pengejaran kasus hacker Bjorka yang telah mencuri perhatian publik sejak 2020. WFT, yang berusia 22 tahun, ditangkap setelah mengaku sebagai Bjorka, sarang penyebar data ilegal yang mencuri informasi sensitif nasabah bank.
Penangkapan ini berawal dari laporan yang diterima pihak kepolisian pada 5 Februari 2025 mengenai dugaan kebocoran data yang melibatkan akun Twitter bernama @bjorkanesiaaa. Akun ini mengklaim telah membobol data sebanyak 4,9 juta nasabah, mengirimkan tampilan aplikasi bank yang diaksesnya dan menunjukkan niat untuk memeras pihak bank. Tim Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya bertindak cepat, menangkap WFT di kediamannya pada 23 Juni 2025, sebelum ia bisa melakukan pemerasan.
Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, mengatakan pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti digital seperti komputer dan ponsel yang digunakan oleh tersangka. Hasil pemeriksaan menunjukkan WFT telah aktif di dark web sejak 2020 dan beberapa kali mengganti identitas akun, termasuk nama Bjorka, ShinyHunter, hingga Opposite6890. Ini ia lakukan untuk menghindari penangkapan oleh aparat.
Meskipun WFT telah ditangkap, otoritas belum bisa memastikan apakah dia adalah sosok yang dicari sejak awal kemunculan Bjorka, yang pertama kali dikenal pada April 2020 saat menjual data pengguna Tokopedia. Kasus ini mengundang perhatian besar mengingat dampak serius terhadap keamanan data nasabah di dunia digital saat ini.