grilleonesixteen.com – Surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai 29,14 miliar dolar AS secara kumulatif dari Januari hingga Agustus 2025, menunjukkan ketahanan pelaku usaha terhadap tantangan ekonomi global. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menyampaikan hal ini dalam acara peringatan ulang tahun Himpunan Pengusaha KAHMI di Jakarta pada Kamis.
Dia menekankan bahwa angka surplus ini mencerminkan kemampuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan dan berkembang meskipun ada perubahan dalam perekonomian global. Sebagai pilar ekonomi, sektor UMKM berkontribusi sebesar 60,51 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan melibatkan sekitar 120,59 juta pekerja, yang merupakan 97 persen dari total angkatan kerja.
Dengan jumlah UMKM yang mencapai 64,2 juta, Iqbal memproyeksikan potensi bisnis UMKM akan tumbuh mencapai 135 miliar dolar AS pada tahun 2025. Untuk lebih mendukung pertumbuhan UMKM, Kementerian Perdagangan berencana meningkatkan kapasitas pelaku usaha, terutama pengusaha yang berorientasi ekspor.
Strategi tersebut termasuk mengintegrasikan informasi perdagangan internasional serta memaksimalkan penggunaan e-commerce untuk mendukung ekspor. Iqbal menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta lembaga terkait untuk mendorong penguatan sektor UMKM.
Dengan berbagai inisiatif dan kolaborasi ini, diharapkan sektor UMKM dapat lebih tangguh dan berdaya saing, memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.