grilleonesixteen.com – Pasar modal Indonesia diprediksi memiliki potensi untuk mencapai nilai transaksi harian sebesar 8 miliar dolar AS (setara Rp132,64 triliun). Namun, saat ini nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) baru mencapai sekitar 1 miliar dolar AS (Rp16,58 triliun). Hal tersebut diungkapkan oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, dalam sebuah acara di Jakarta pada Rabu, 15 Oktober.
Pandu menunjukkan bahwa meskipun Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara dan ekonomi yang terus berkembang, potensi pasar modal tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan. Ia membandingkan nilai transaksi harian Indonesia dengan negara lain, seperti India yang mencapai 12-15 miliar dolar AS dan Hong Kong yang bahkan mencatatkan 30-50 miliar dolar AS per hari.
Sahabat Pandu menyatakan, salah satu hambatan utama dalam pertumbuhan pasar modal domestik adalah terbatasnya kedalaman pasar dan kurangnya minat dari investor publik. Ia menekankan perlunya penguatan infrastruktur pasar keuangan agar Indonesia bisa lebih menarik bagi investor.
Untuk mencapai target nilai transaksi yang diharapkan, Pandu mengusulkan peningkatan jumlah emiten, edukasi bagi investor, serta transparansi dalam tata kelola. Dengan demikian, ia optimis pasar modal Indonesia dapat melipatgandakan aktivitasnya dalam beberapa tahun mendatang. Selain itu, stabilitas geopolitik dan kerjasama regional juga sangat penting dalam menarik investasi.
Pandu menyimpulkan bahwa Indonesia harus memahami risiko global dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, kemitraan dan kebijakan yang fleksibel menjadi kunci dalam mencapai pertumbuhan pasar modal yang lebih baik di masa depan.