grilleonesixteen.com – Dalam upaya merebut peluang dekarbonisasi senilai 3,8 triliun dolar AS, sektor swasta Indonesia diharapkan memimpin dalam empat bidang utama. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, pada acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 yang berlangsung di Jakarta, Jumat.
Anindya menjelaskan bahwa langkah pertama adalah fokus pada iklim. Menurutnya, untuk mencapai Net Zero Emission, perlu dilakukan inovasi, investasi, serta pembentukan pasar yang efektif. Selain itu, mobilisasi pembiayaan untuk sektor energi terbarukan dan pengelolaan sampah juga dianggap krusial.
Kemudian, peran pasar karbon juga diakui sebagai area penting. Ia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin global dalam penjualan kredit berbasis alam dan pajak karbon. Kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan dapat mengurangi risiko yang muncul dalam pengembangan sektor ini.
Area keempat adalah tentang keterampilan. Anindya menekankan pentingnya mempersiapkan tenaga kerja melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan untuk menghadapi transisi menuju industri hijau. Ia percaya, dengan tindakan yang tepat, dekarbonisasi akan menciptakan banyak lapangan kerja baru.
Agenda pertumbuhan hijau bukan hanya soal mencapai target iklim, melainkan juga memastikan masa depan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Dalam sambutannya, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, sebuah pesan yang juga disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam forum internasional di New York.
ISF 2025 bertujuan untuk menghubungkan para pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan agar dapat mewujudkan proyek-proyek berkelanjutan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.