grilleonesixteen.com – PDI Perjuangan telah meluncurkan Festival Desa ke-5 yang berlangsung di Taman Suropati, Jakarta, untuk mengatasi ketimpangan lahan dan melestarikan budaya desa. Festival ini bertema “Di Atas Tanah Kita Berdiri, Dari Desa Kita Mengakar,” menekankan pentingnya kedaulatan rakyat atas tanah dan perlunya menghargai sejarah serta nilai-nilai kemanusiaan.
Pada acara tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan, Rano Karno, menyatakan bahwa desa merupakan inti peradaban Indonesia. “Menoleh ke desa bukan berarti mundur, melainkan memastikan langkah maju tetap berpijak pada tanah yang adil dan berdaulat,” ujarnya pada Minggu (5/10). Rano juga mengingatkan pesan penting dari Bung Karno tentang merawat desa sebagai cara untuk merawat Indonesia.
Festival ini diadakan di tengah lebih dari 2.400 konflik agraria yang telah dicatat oleh Konsorsium Pembaruan Agraria dalam lima tahun terakhir. Hal ini menegaskan bahwa tanah bukan hanya sekadar sumber ekonomi, tetapi juga simbol kedaulatan dan alat perjuangan menuju kemakmuran bersama.
Melalui seni dan budaya, masyarakat diundang untuk menumbuhkan kembali ide keadilan sosial. My Esti Wijayati, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga, menekankan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap Pancasila yang harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari rakyat.
Ketua Panitia, Ibrahim Rusli Jr, menambahkan bahwa tema agraria mencerminkan rasa syukur dan cinta terhadap Tanah Air. Festival ini juga menawarkan lomba video kreatif dan puisi dengan hadiah total ratusan juta rupiah, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan menggugah kesadaran akan pentingnya budaya desa.