grilleonesixteen.com – Dukungan penguatan inseminasi buatan (IB) oleh Komite II DPD RI bertujuan untuk meningkatkan mutu genetik ternak dan produktivitas peternak, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Inseminasi buatan dianggap sebagai isu strategis yang harus dikawal, karena berhubungan langsung dengan ketahanan pangan, demikian disampaikan Ketua Komite II DPD RI, Angelius Wake Kako, dalam kunjungannya ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Angelius berpartisipasi dalam pelatihan bagi petugas inseminasi buatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah serta pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas program inseminasi buatan. Meskipun teknologi ini memiliki potensi besar, masih ada tantangan dalam pelaksanaannya, termasuk rendahnya tingkat adopsi oleh peternak dan kendala distribusi semen beku.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa subsektor peternakan memiliki peran penting dalam penyediaan protein hewani. Meskipun Indonesia sudah surplus dalam daging ayam dan telur, produksi daging sapi diproyeksikan baru mencapai 50% dari kebutuhan nasional pada 2026.
Untuk itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan populasi dan produktivitas ternak melalui inseminasi buatan. Program ini telah menunjukkan hasil dengan melayani 25,5 juta akseptor sapi dan mencatat kelahiran 13,85 juta ekor ternak antara 2017 hingga 2023. Pada 2026, Kementerian Pertanian menargetkan layanan IB di 20 provinsi dengan optimasi semen beku untuk mencapai kelahiran pedet sebanyak 142.500 ekor pada 2027.