grilleonesixteen.com – Dewan Perdamaian untuk Gaza yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mendapat mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menciptakan kondisi guna mewujudkan kemerdekaan Palestina. Dalam Rencana 20 Poin yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803, penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina diharapkan dapat terwujud setelah pemulihan kondisi di Jalur Gaza serta reformasi yang dilakukan oleh Otoritas Palestina.
Rencana tersebut menyatakan bahwa dialog antarumat beragama akan dilakukan untuk mengubah pola pikir masyarakat Israel dan Palestina, dengan penekanan pada manfaat perdamaian. Dialog ini juga akan dijajaki oleh Amerika Serikat dengan tujuan menciptakan kerangka politik untuk koeksistensi yang damai dan sejahtera.
Lebih lanjut, Dewan Perdamaian, yang dipimpin oleh Trump, akan berfungsi sebagai otoritas sementara dalam mengawasi komite administrasi Palestina yang berfokus pada layanan umum di Gaza. Rencana Trump mencakup pengaturan kerangka kerja dan pendanaan untuk pembangunan kembali Gaza hingga program reformasi Otoritas Palestina terselesaikan.
Dewan Perdamaian ini juga akan berusaha menghimpun praktisi dan ahli internasional untuk membantu membentuk pemerintahan yang efektif dan menarik investasi demi menciptakan peluang kerja serta meningkatkan kondisi ekonomi wilayah Gaza. Penerapan rencana pemulihan ekonomi akan diselaraskan dengan kerangka keamanan dan pemerintahan untuk meningkatkan daya tarik investasi.
Indonesia telah menandatangani Piagam Dewan Perdamaian tersebut pada 22 Januari 2026, di World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, dengan tujuan memperkuat posisi dalam mengawal perdamaian global serta mewujudkan solusi dua negara bagi kemerdekaan Palestina.