grilleonesixteen.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin sore, mengalami pelemahan sebesar 10,83 poin atau 0,13 persen, menutup perdagangan di level 8.649,66. Pergerakan IHSG menunjukkan fluktuasi, yang diawali dengan penurunan di awal sesi namun sempat menguat sebelum akhirnya kembali melemah.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG ini terkait dengan rotasi pilihan saham investor, yang beralih dari saham konglomerasi ke saham-saham blue chip, terutama di sektor perbankan. Meskipun ada tekanan tersebut, sektor energi mencatatkan penurunan terbesar, sedangkan sektor kesehatan mengalami penguatan.
Nilai tukar rupiah juga mencatatkan pelemahan, ditutup di Rp16.667 per dolar AS, yang berkontribusi terhadap tantangan penguatan IHSG lebih lanjut. Dalam konteks yang lebih luas, mayoritas indeks bursa di kawasan Asia juga mengalami penurunan, dipicu oleh perhatian investor terhadap data ekonomi dari China.
Data produksi industri China menunjukkan pertumbuhan yang melambat menjadi 4,8 persen year on year pada November, di bawah ekspektasi sebelumnya sebesar 5,4 persen. Pertumbuhan penjualan ritel juga melambat menjadi 1,3 persen, yang merupakan level terendah sejak Desember 2022.
Dalam perdagangan hari itu, tercatat 340 saham menguat, 329 saham melemah, dan 132 saham tidak bergerak. Dengan total frekuensi perdagangan mencapai 3.595.182 dan nilai transaksi sebesar Rp33,49 triliun, proyeksi IHSG ke depan cenderung sideways di kisaran 8.600-8.750, seiring pelaku pasar yang terus mencermati dinamika sentimen global dan domestik.