grilleonesixteen.com – Data rahasia militer Israel mengungkapkan bahwa sebagian besar tahanan di Gaza sejak 7 Oktober 2023 bukanlah milisi. Dari lebih dari 6.000 warga Gaza yang ditahan, hanya sekitar 1.450 orang yang terdaftar sebagai anggota kelompok bersenjata. Penelitian ini merupakan hasil investigasi bersama beberapa outlet media yang mendalami praktik penahanan di wilayah tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas tahanan adalah warga sipil yang ditahan tanpa proses hukum yang jelas. Berbagai kalangan terkena dampak, termasuk tenaga medis, guru, hingga anak-anak dan penyandang disabilitas. Beberapa kasus mencolok melibatkan seorang perempuan berusia 82 tahun yang menderita Alzheimer dan seorang ibu tunggal yang terpisah dari anak-anaknya setelah ditahan.
Kondisi di pusat-pusat penahanan juga mendapat sorotan tajam. Seorang tentara yang bertugas di Pangkalan Militer Sde Teiman mengungkapkan adanya satu hanggar yang diperuntukkan bagi tahanan lanjut usia dan mereka yang sakit. Di sisi lain, hak-hak dasar para tahanan semakin terancam, dengan sekitar 300 orang ditahan tanpa adanya proses peradilan terkait dugaan keterlibatan dalam serangan 7 Oktober.
Kelompok hak asasi manusia Al Mezan di Gaza memperkirakan bahwa jumlah warga sipil yang ditahan mungkin jauh lebih besar daripada data resmi. Wakil direktur Al Mezan, Samir Zaqout, menyatakan bahwa kemungkinan hanya satu dari enam sampai tujuh tahanan yang benar-benar terlibat dengan kelompok militan. Meskipun militer Israel tidak membantah data tersebut, mereka tetap menegaskan klaim bahwa sebagian besar tahanan terlibat dalam aktivitas teror.
Kontradiksi ini semakin menambah kompleksitas situasi di Gaza, mempertanyakan keadilan dalam praktik penahanan yang dilakukan oleh militer Israel di tengah konflik yang berlangsung.