grilleonesixteen.com – Dewi Astutik, yang juga dikenal sebagai Paryatin, seorang gembong narkoba jaringan internasional, baru-baru ini ditangkap di Kamboja oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Keluarganya menyatakan keheranan dan ketidakpercayaan atas berita tersebut, yang mereka dengar dari media. Suami Dewi, Sarno, mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak memiliki firasat mengenai keterlibatan istrinya dalam kejahatan besar itu, karena selama ini mengenal Dewi sebagai pekerja migran yang baik.
Dewi memiliki pengalaman sebagai asisten rumah tangga di luar negeri sejak tahun 2013 dan baru pulang ke Indonesia pada tahun 2023. Selama setahun di rumah, ia sempat berjualan nasi bungkus, tetapi rencananya untuk kembali kerja di luar negeri pada tahun 2024 membuat keluarga merasa tenang. Keluarga tidak mengetahui bahwa Dewi jarang mengirim uang, dan selalu mengaku bahwa ia bekerja dengan baik sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Ketika berita penangkapan ini muncul, Sarno merasa terpukul dan hanya bisa menerima kenyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa Dewi terlibat dalam jaringan narkoba. Penangkapan ini menjadi kelanjutan dari pengungkapan kasus penyelundupan narkoba internasional yang melibatkan Dewi, yang diduga berperan dalam penyelundupan 2 ton sabu yang digagalkan di perairan Riau pada Mei 2025.
Saat ini, Dewi telah diterbangkan ke Indonesia untuk proses hukum lebih lanjut oleh otoritas terkait. Keluarga berharap agar kebenaran tentang keterlibatan Dewi segera terungkap.