Site icon grilleonesixteen.com

Skema Bisnis B2B Impor BBM Dianggap Sido Solusi Sementara.

[original_title]

grilleonesixteen.com – Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira, menilai bahwa skema antarbisnis (B2B) dalam pengadaan impor bahan bakar minyak (BBM) merupakan solusi sementara untuk mengatasi kelangkaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta. Dalam pernyataannya, Anggawira mengatakan bahwa kebijakan pemerintah, yang diinisiasi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, sudah tepat dan mendesak, mengingat konsumsi BBM nasional akan mencapai 1,3 juta barel per hari pada 2024, dengan bensin menyumbang 870 ribu barel per hari.

Dia mengungkapkan bahwa produksi domestik hanya memenuhi 30-35 persen dari kebutuhan, sedangkan sisanya harus diimpor. “Tanpa langkah darurat, stok jelas akan kritis,” ujarnya. Anggawira menambahkan, bahwa kebijakan ini tidak akan menciptakan monopoli, melainkan membuka kesempatan untuk kolaborasi antara Pertamina dan badan usaha swasta.

Pertamina telah melakukan pertemuan dengan badan usaha untuk menyepakati mekanisme harga serta pengawasan kualitas. Sementara itu, Anggawira mengusulkan langkah-langkah agar keadilan pasar tetap terjaga, termasuk kuota berbasis data, audit independen, dan diversifikasi sumber energi. Dia juga menyarankan agar digitalisasi distribusi diperluas untuk memantau mutu dan harga BBM secara real-time di seluruh SPBU.

Anggawira menekankan pentingnya pembangunan kilang baru sebagai solusi permanen, agar impor bensin dapat berkurang. Proyek RDMP Kilang Balikpapan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kilang nasional dan mengurangi ketergantungan impor. Dia menutup dengan menegaskan bahwa transparansi dan kolaborasi antara berbagai pihak adalah kunci untuk mencapai kemandirian energi nasional dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Exit mobile version