Site icon grilleonesixteen.com

Sejarah Dan Fakta Menarik Tentang Pulau Nusakambangan, Tempat Narapidana.

[original_title]

grilleonesixteen.com – Pulau Nusakambangan terkenal sebagai salah satu lembaga pemasyarakatan dengan keamanan paling tinggi di Indonesia. Terletak di pesisir selatan Jawa Tengah, pulau ini menampung narapidana dengan kasus berat, sehingga dijuluki “Pulau Penjara”.

Dengan luas sekitar 121.000 hektare, Nusakambangan dikelilingi oleh hutan tropis lebat dan Laut Selatan yang mengubahnya menjadi lokasi yang ideal untuk sistem pemasyarakatan berlapis. Akses ke pulau ini sangat terbatas, hanya melalui penyeberangan resmi dari Pelabuhan Wijayapura di Cilacap ke Pelabuhan Sodong di Nusakambangan, yang hanya diperuntukkan bagi petugas, pegawai lapas, dan keluarga narapidana.

Sejak masa kolonial Belanda, pulau ini telah berfungsi sebagai tempat penahanan, di mana pada 1905, dijadikan kawasan terlarang untuk pelaku kejahatan berat. Kini terdapat 12 lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan, dengan berbagai tingkat keamanan, termasuk kategori super maksimum yang menampung narapidana dengan risiko tinggi, seperti pelaku terorisme dan bandar narkoba internasional.

Beberapa tokoh terkenal yang pernah ditahan di sini antara lain Ammar Zoni, yang baru saja dipindahkan ke Lapas Karanganyar, serta tokoh lain seperti Tommy Soeharto dan pelaku Bom Bali. Meskipun terkenal dengan citra keras, pemerintah berupaya menjadikan Nusakambangan sebagai pusat rehabilitasi. Berbagai program keterampilan diadakan untuk mendukung pembinaan narapidana.

Usaha ini sejalan dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 35 tahun 2018, yang menekankan pentingnya aspek kemanusiaan dalam pemasyarakatan. Dengan demikian, Nusakambangan diharapkan dapat bertransformasi menjadi pusat pembinaan yang lebih positif dan produktif bagi narapidana.

Exit mobile version