grilleonesixteen.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak PT Karya Citra Nusantara (KCN) untuk memanfaatkan ruang laut di Cilincing secara berkelanjutan. Langkah ini bertujuan memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan kepada masyarakat setempat. Direktur Pengendalian Penataan Ruang Laut KKP, Fajar Kurniawan, menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan KCN harus mencerminkan keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan perlindungan ekosistem.
Dalam pernyataan resminya pada Jumat lalu, Fajar menekankan pentingnya dampak positif dari setiap aktivitas yang memanfaatkan ruang laut. Klarifikasi ini muncul seiring dengan pembangunan tanggul beton di perairan Cilincing, yang ditujukan untuk mendukung infrastruktur pelabuhan. Fajar menegaskan bahwa KCN harus memenuhi berbagai kewajiban lingkungan dan sosial yang diatur dalam izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).
Dari total 16 kewajiban yang dimiliki KCN, salah satunya adalah menjaga kelestarian ekosistem laut dan melakukan rehabilitasi jika diperlukan. Fajar mengingatkan agar KCN tidak hanya menjalankan proyeknya, tetapi juga mempertimbangkan kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada perairan Cilincing.
Direktur Utama KCN, Widodo Setiadi, menjamin akses melaut bagi nelayan di kawasan tersebut, dengan menyediakan akses khusus sepanjang 800 meter. Selain itu, perusahaan juga melakukan penanaman mangrove sebagai langkah mitigasi dampak lingkungan. KCN berkomitmen untuk terus berkomunikasi dengan masyarakat nelayan dan pemerintah setempat guna menemukan solusi yang seimbang untuk keberlangsungan hidup mereka.
KKP mengharapkan bahwa dengan langkah-langkah tersebut, pengembangan pelabuhan KCN dapat menciptakan harmoni di antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat.