grilleonesixteen.com – Pemerintah Indonesia berencana menyiapkan 500 ribu tenaga kerja terampil di sektor pengelasan dan perhotelan untuk memenuhi permintaan pasar tenaga kerja global yang terus meningkat. Program ini akan dikoordinasikan oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dengan alokasi anggaran sekitar Rp8 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa arahan Presiden dalam rapat kabinet baru-baru ini menekankan pentingnya persiapan tenaga kerja di dua bidang tersebut. Airlangga menjelaskan bahwa peningkatan permintaan tenaga kerja ini juga telah menjadi bagian dari pembahasan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah negara yang tertarik menggunakan tenaga kerja asal Indonesia.
Dalam program ini, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) juga akan berperan untuk memastikan bahwa para tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan di luar negeri. Selain pengelasan dan perhotelan, pemerintah juga berencana menyiapkan 20 ribu tenaga kesehatan, termasuk dokter umum dan spesialis, untuk kebutuhan dalam negeri. Kementerian Pendidikan Tinggi akan fasilitasi program beasiswa guna mendukung kebutuhan ini.
Menteri P2MI Mukhtarudin merespons positif pernyataan Presiden mengenai peluang kerja bagi warga negara Indonesia di luar negeri. Ia menekankan pentingnya mempercepat program pelatihan serta penempatan tenaga kerja yang berkualitas dan berkompeten secara global.
Menyusul penegasan Presiden Prabowo terkait permintaan langsung dari negara-negara Eropa, Mukhtarudin menambahkan bahwa keahlian di bidang teknik seperti pengelasan dan tenaga hospitality sangat diminati. Kementerian P2MI akan segera merancang roadmap penempatan tenaga kerja serta pelatihan bahasa asing untuk meningkatkan daya saing pekerja Indonesia.