grilleonesixteen.com – Produsen mobil China diprediksi akan menguasai pasar otomotif global pada tahun 2025, melampaui penjualan produsen mobil Jepang untuk pertama kalinya setelah lebih dari dua dekade. Menurut laporan yang dirilis oleh Nikkei China dan S&P Global Mobility, penjualan global kendaraan oleh produsen mobil China diperkirakan mencapai sekitar 27 juta unit, sementara produsen dari Jepang diharapkan menghasilkan kurang dari 25 juta unit.
Estimasi penjualan ini mencakup kendaraan penumpang dan komersial, baik yang dijual di dalam negeri maupun diekspor. Pasar domestik China diperkirakan menyumbang 70 persen dari total penjualan tersebut. Fenomena ini dipicu oleh meningkatnya permintaan kendaraan energi baru di China, di mana mobil listrik dan kendaraan hibrida mencatatkan hampir 60 persen dari total penjualan mobil penumpang.
Sejumlah produsen, seperti BYD dan Geely, diperkirakan akan masuk dalam sepuluh besar produsen mobil global pada tahun 2025. Sementara itu, Chery semakin dikenal sebagai salah satu eksportir terbesar dari China, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam penjualan luar negeri.
Di pasar Asia Tenggara, yang biasanya didominasi oleh merek Jepang, penjualan mobil China diperkirakan mencapai 500.000 unit. Penjualan di Eropa juga diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 2,3 juta unit, meskipun harus menghadapi tarif impor. Pasar negara berkembang di Afrika dan Amerika Latin diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang positif, dengan penjualan masing-masing diprediksi mencapai 230.000 dan 540.000 unit.
Dari analisis ini, terlihat jelas pergeseran dalam peta industri otomotif global, di mana beberapa merek Jepang mengalami penurunan penjualan di pasar utama seperti Amerika Serikat dan menurunnya pangsa pasar di China.