Site icon grilleonesixteen.com

Pandu Yakin Proyek Energi Dari Limbah Diluncurkan Akhir 2025.

[original_title]

grilleonesixteen.com – Proyek pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy) akan diluncurkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) pada akhir tahun 2025. Dalam tahap awal, Danantara Indonesia merencanakan pembangunan 10 stasiun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sepuluh kota di Indonesia.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menyampaikan bahwa peluncuran proyek ini dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini. Pandu mengungkapkan optimisme yang tinggi terhadap partisipasi sektor swasta, di mana lebih dari 120 perusahaan nasional dan multinasional telah menunjukkan minat untuk bergabung dalam proyek ini.

Pandu juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemilihan perusahaan-perusahaan yang memiliki kemampuan dan kapabilitas yang mumpuni untuk pembangunan stasiun PSEL di berbagai daerah. Proyek ini terinspirasi oleh keberhasilan negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan China dalam mengelola sampah dan mengubahnya menjadi energi listrik.

Lebih jauh, Pandu menegaskan bahwa proyek waste to energy ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menangani masalah sampah nasional yang semakin mendesak. Pemerintah juga telah menghapus biaya pembuangan sampah, sehingga menjadikan proyek ini unik di dunia. Dengan penetapan harga Rp20 per kilowatt hour (kWh) untuk energi yang dihasilkan, proyek ini diharapkan menarik minat lebih banyak investor.

Danantara merencanakan total 33 proyek dengan nilai investasi sekitar 150 hingga 200 juta dolar AS per proyek. Sebagian pendanaan akan bersumber dari Patriot Bond yang telah mencapai Rp50 triliun, yang akan dimanfaatkan untuk proyek pengelolaan limbah ini.

Exit mobile version