grilleonesixteen.com – Kemandirian pangan menjadi fokus utama pemerintah, terutama dalam memperkuat daya saing koperasi peternak sapi perah. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan harapannya untuk mengurangi impor susu bubuk skim yang selama ini mendominasi industri pengolahan susu, karena harga yang lebih murah dan regulasi yang mendukung. Dalam kunjungan kerja ke Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) di Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Senin, Menkop menekankan pentingnya hilirisasi di sektor pertanian dan peternakan.
Ferry mencatat biaya kerugian yang dialami peternak ketika susu segar dari Boyolali tidak terserap oleh industri, yang mengakibatkan protes dengan aksi pembuangan susu. Situasi ini menunjukkan perlunya dukungan bagi koperasi untuk membangun industri pengolahan mereka sendiri, seperti produksi susu UHT, agar dapat bersaing dengan perusahaan besar.
Kementerian Koperasi mendorong terciptanya kemitraan yang lebih kuat antara koperasi peternak dan industri pengolahan. Koperasi Desa Merah Putih dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dikatakan siap membantu menyerap produk susu UHT dari koperasi. Menkop juga menegaskan upaya mendukung peningkatan populasi sapi perah serta advokasi untuk pengurangan ketergantungan pada impor.
Di KPBS Pangalengan, yang memiliki lebih dari 4.500 anggota, Menkop optimis akan potensi pengembangan pabrik susu UHT. Dengan produksi susu harian sekitar 80 ton, koperasi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas menjadi 200-300 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan produksi susu UHT yang optimal. Ketua KPBS, Aun Gunawan, berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk mencapai target tersebut.