grilleonesixteen.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa kuota pupuk subsidi saat ini masih tersedia dalam jumlah berlebih, memungkinkan para petani untuk mengajukan permohonan tambahan. Dalam keterangannya, Zulkifli menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung sektor pertanian dengan meningkatkan kuota pupuk bersubsidi dari 4 juta ton menjadi 9,5 juta ton pada tahun 2025.
Dalam kunjungannya ke Jombang pada Sabtu malam, Zulkifli menjelaskan bahwa meskipun kuota pupuk telah ditambah, pihaknya akan tetap mengawasi distribusi agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan, seperti makelar. Saat ini, penyerapan pupuk di Jawa Timur mencapai 1,5 juta ton dari kuota 2 juta ton, sedangkan secara nasional, dari total 9,5 juta ton, baru terealisasi 6,3 juta ton.
Menteri Zulkifli mengingatkan agar petani melaporkan apabila mengalami kekurangan pupuk dan menegaskan bahwa stok yang ada masih lebih dari cukup. Beliau juga berencana melakukan koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terkait ketersediaan pupuk yang masih memadai.
Selain itu, pemerintah juga memutuskan untuk menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Harga pupuk Urea, misalnya, ditetapkan menjadi Rp1.800 per kilogram. Penurunan harga ini diharapkan dapat membantu petani dalam menjalankan kegiatan pertanian mereka.
Di sisi lain, para petani seperti Koirul dan Karlan dari Jombang menyampaikan harapan agar jatah pupuk yang mereka terima dapat ditambah, mengingat kebutuhan yang dirasakan masih kurang. Mereka mengapresiasi keputusan pemerintah tentang penurunan harga dan berharap untuk adanya dukungan lebih lanjut.