Site icon grilleonesixteen.com

IHSG Turun Mengikuti Tren Negatif Bursa Asia Secara Umum.

[original_title]

grilleonesixteen.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore mengalami penurunan sebesar 85,90 poin atau 1,06 persen, sehingga ditutup di level 8.040,66. Penurunan ini sejalan dengan tren pelemahan bursa saham di seluruh kawasan Asia, termasuk indeks LQ45 yang juga turun 13,07 poin atau 1,62 persen menjadi 795,70.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat bahwa pelaku pasar saat ini sedang mempertimbangkan prospek kebijakan suku bunga yang akan diterapkan oleh Bank Sentral AS (The Fed). Pengamat juga mencermati langkah pemerintah AS yang mengurangi tarif mobil Eropa dari 27,5 persen menjadi 15 persen, sesuai dengan janji yang tercantum dalam perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa yang diumumkan sebelumnya.

Selain itu, Ketua The Fed, Jerome Powell, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inflasi yang tinggi dan perlambatan pasar tenaga kerja. Pertemuan di dalam tubuh Fed menunjukkan ketidaksepakatan di kalangan pejabat mengenai penurunan suku bunga tambahan yang mungkin dilakukan tahun ini.

Di sisi lain, data dari bank sentral China menunjukkan suntikan likuiditas sebesar 600 miliar Yuan untuk mendukung sistem perbankan. Di dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yang forecast defisitnya mencapai Rp689,1 triliun. Hal ini dianggap dapat memberikan tekanan pada stabilitas fiskal dan daya beli masyarakat.

IHSG dibuka dengan penguatan, namun mengalami pergerakan negatif hingga penutupan. Sebanyak 242 saham mengalami kenaikan, sementara 434 saham jatuh. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.696.999 dengan nilai total saham yang diperdagangkan mencapai Rp26,24 triliun. Dalam bursa regional, Indeks Nikkei menguat, namun indeks lainnya di Asia menunjukkan kerapuhan.

Exit mobile version