Site icon grilleonesixteen.com

IHSG Turun Akibat Kembali Meningkatnya Ketegangan AS dan Iran.

[original_title]

grilleonesixteen.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi bergerak melemah di tengah ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pembukaan IHSG tercatat turun 33,83 poin atau 0,45 persen di posisi 7.560,28, sedangkan indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 7,00 poin atau 0,93 persen ke posisi 748,85.

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, IHSG diperkirakan masih berada dalam pergerakan sideways antara level 7.500-7.700. Jika IHSG menembus di bawah 7.500, ada potensi untuk menguji level 7.450 hingga 7.480. Ketegangan yang terjadi di tingkat internasional berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar.

Peningkatan ketegangan antara AS dan Iran terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya telah menyita sebuah kapal kargo yang berbendera Iran di Teluk Oman. Tindakan ini diambil menjelang pertemuan damai yang ditolak oleh Iran, dan Trump mengancam untuk menghancurkan infrastruktur penting Iran jika kesepakatan tidak tercapai. Masa gencatan senjata antara kedua negara juga diperkirakan akan berakhir dalam waktu dekat.

Dari domestik, data terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan rasio Non-Performing Loan (NPL) kredit properti meningkat menjadi 3,24 persen pada Februari 2026. Peningkatan ini diiringi dengan pertumbuhan penyaluran kredit yang masih relatif tinggi, yaitu 13,7 persen secara tahunan. Dengan potensi kenaikan BI-Rate, yang diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat, dampaknya terhadap NPL perlu dicermati.

Sementara itu, pasar modal global juga mengalami pelemahan. Bursa saham di Eropa dan AS kompak menurun, dengan indeks-indeks utama seperti Euro Stoxx 50 dan Nasdaq Composite yang mengalami penurunan. Di Asia, pergerakan indeks bervariasi dengan beberapa yang menguat dan lainnya melemah.

Exit mobile version