grilleonesixteen.com – Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mendorong Satuan Tugas Pertumbuhan Ekonomi untuk segera mempercepat program stimulus dalam rangka menjaga ekosistem usaha dan perekonomian masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, pada hari Jumat, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat dan kelangsungan usaha, khususnya di sektor padat karya.
Menurut Bhima, keberadaan satgas ini sangat penting untuk mempercepat implementasi kebijakan stimulus yang diperlukan. Ia merekomendasikan beberapa langkah konkret, termasuk pemberian bantuan subsidi upah (BSU) selama enam bulan, dengan jumlah minimal 20 persen dari upah minimum provinsi. Misalnya, di Jakarta, BSU diharapkan mencapai Rp1,1 juta per pekerja.
Lebih lanjut, ia menekankan perlunya pembaruan data penerima bantuan agar penyaluran stimulus tepat sasaran. Selain subsidi upah, penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 9 persen juga dianggap penting untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Bhima juga meminta pemerintah untuk menjamin stabilitas pasokan energi dan pangan. Salah satu saran krusial adalah penambahan subsidi pupuk, mengingat biaya produksi yang meningkat, dan rekomendasi diskon tarif listrik untuk industri padat karya selama enam bulan.
Paket stimulus dinilai perlu segera diluncurkan agar dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang tengah menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan baku. Pembentukan Satuan Tugas ini, di bawah kepemimpinan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bertujuan untuk mengoordinasikan program-program yang mendukung pertumbuhan ekonomi, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026.