grilleonesixteen.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat terus melakukan identifikasi terhadap korban bencana longsor yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga saat ini, sepuluh kantong jenazah telah diterima untuk proses identifikasi. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, pada Sabtu.
Sebanyak enam dari sepuluh jenazah sudah berhasil teridentifikasi meskipun proses ini dihadapkan pada tantangan, mengingat kondisi jenazah yang tidak utuh. Sistem identifikasi mengandalkan data ante-mortem dan post-mortem, termasuk analisis sidik jari dan penganalisisan lainnya. Beberapa bagian tubuh sudah dapat teridentifikasi, tetapi tim ahli forensik masih berupaya keras untuk mencocokkan data dari sisa jenazah lainnya.
Proses pencarian korban yang hilang juga masih berlangsung. Hingga sore hari, terdapat 71 orang yang dilaporkan hilang akibat bencana tersebut. Tim SAR gabungan menghadapi kendala cuaca ekstrem dan tanah longsor yang labil, sehingga menjaga kewaspadaan menjadi prioritas dalam operasi pencarian.
Di sisi lain, Polda Jabar dan instansi terkait telah mengalirkan bantuan logistik, termasuk sembako dan pendirian dapur lapangan, untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi yang terdampak. Langkah-langkah tersebut adalah bagian dari upaya kemanusiaan untuk memulihkan kondisi masyarakat setelah bencana yang terjadi pada tahun 2026 ini.
Proses identifikasi dan pencarian korban tetap berlanjut dengan harapan dapat mengurangi beban psikologis dan fisik bagi keluarga korban.